clara
Tidak pernah aku sangka, bahwa saat seperti ini akhirnya tiba. saat dimana hanya aku dan kamu. saat dimana akhirnya aku merasakan hangatnya tanganmu, saat aku merasakan ketenangan pelukanmu dan saat bagaimana kamu membuatku tertawa lepas karena bualanmu. menurutku inilah jawaban dari penantianku atas dirimu. kenyamanan yang aku rasakan saat bersamamu jauh lebih nyaman dibanding aku diberikan fasilitas kamar selevel istana london. detik-detik disaat kamu katakan "aku harus pergi sekarang.." aku lihat matamu dalam-dalam, tapi tatapanmu kosong ke arahku. perasaanku buruk soal ini, tapi semoga hanya perasaan.
ivan
setelah saya mohon diri darinya dan memberikan pelukan terakhir untuknya. saya nyalakan mesin mobil dan meninggalkan dirinya yang menatapku cemas. saya yang awalnya mencoba mengajaknya masuk dalam permainan saya, tapi malah saya yang terjebak sendiri. saya semakin bingung untuk mengakhiri ketika saya sadar tatapannya yang tulus menatap saya, dan perasaannya yang ternyata polos. saya dan dia adalah teman lama, dia adalah teman baik saya. jika ada hukum lawan jenis, mungkin ini dampaknya. hukum lawan jenis I : berhati-hatilah jika berteman dengan lawan jenis, karena salah satunya pasti menyimpan perasaan suka.
tadi saya memintanya membuatkan saya secangkir kopi, sebenarnya itu alibi saya untuk mengangkat telepon dari "private number" yang dari tadi menggetarkaan handphone saya. "halloo van.." sapanya saat saya akhirnya mengangkat telepon darinya. terpaku saya sejenak, tidak sangka akhirnya saya bisa mendengar lagi suara malaikatnya. suara dari sang mantan yang terkasih. dia mengajak saya bertemu malam itu juga, karena rindu alasannya. saat tadi langsung seperti ada cipratan api nakal dalam darah saya, saya pun tidak sabar ingin segera melihatnya setelah hampir setahun yang lalu kami mengakhiri hubungan kami dan semuanya benar-benar berakhir.
entah mimpi apa saya semalam, akhirnya didepan mataku aku lihat lagi malaikat ku dulu. semakin cantik dia sekarang. malam itu obrolan kami berlangsung panjang tanpa peduli waktu yang kian larut. tidak ada yang berubah terhadap dirinya, walaupun tatapannya tidak sedalam dulu saat kita masih bersama. menurut saya ini pertanda baik.
akhir minggu ini dia mengajakku menemaninya ke bandung, dia butuh seseorang untuk menyupiri mobilnya, dan menemaninya ngobrol saat perjalanan selama kurang lebih 2 jam dari kota padat ini. saya dan dia seperti pasangan sekarang, hanya berdua. tidak ada orang lain. beberapa panggilan tidak terjawab dari clara dan pesan masuk dari nya aku acuhkan. itu sudah saya lakukan sejak malam itu, saat saya dengan malaikat saya akhirnya kembali bertemu. maaf clara
tepat jam makan siang aku dan dia tiba dibandung. kami pun mampir untuk makan siang di salah satu restoran padang yang tidak jauh dari keluar tol. lalu aku bertanya tempat tujuan kami selanjutnya, dia mengajakku kearah lembang, ke sebuah restoran favorit nya untuk membooking tempat itu. aku mulai bertanya untuk apa dia kesana? dan mengapa mengajakku?
dalam perjalanan menuju lembang, obrolan diantara kami mulai sedikit. saya hanya ingin mempertahankan keheningan ini. perasaan saya mulai tidak enak sekarang.
Ternyata benar! saat kami tiba disana, sangat saya dengar setiap kata yang keluar dari bibir mungilnya itu. Dia ingin menggunakan tempat itu untuk perayaan terbesar dalam hidupnya. pernikahan. dengan polos dia memberikan saya sebuah amplop berwarna merah hati, yang terdapat pasangan angsa menghiasi sampulnya. bodohnya saya, saya dibohongi dan dipermainkan oleh hati dan pikiran saya sendiri. kali ini dia menatap dalam mata saya, tapi saya tidak sanggup melihatnya. dia memeluk saya, saya dengar bisikannya mengucapkan kalimat maafnya dan terimakasihnya. Dan kalimat terakhir nya akan selalu saya ingat, "aku sayang kamu van". hati saya mulai bergejolak dia masih menyebutkan kalimat seperti itu disaat aku harus menerima bahwa dia akan segera menjadi milik orang lain. CIH!!. selamat untuk mu malaikatku, aku suka caramu memainkan ku, aku suka caramu berbohong untukku. saya percaya sekarang, bahwa karma itu ada.